Berita & Publikasi

MOU PT PII dengan Universitas Sriwijaya

Palembang, 18 August 2014

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) untuk bekerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kapasitas dan kemitraan pada Senin, 11 Agustus 2014. 

Bertempat di gedung Program Pascasarjana UNSRI, penandatanganan MoU untuk lima tahun ke depan ini dilakukan oleh Direktur Utama PT II Sinthya Roesly dan Rektor Unsri Prof. Dr. Badia Perizade, MBA, disaksikan oleh Pembantu Rektor, Dekan dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Badia mengapresiasi langkah PT PII yang menjadikan peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan. “Kami mengapresiasi upaya PT PII yang tidak hanya mendukung pengembangan infrastruktur fisik, tapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ucap Badia di hadapan civitas akademika Unsri. Badia juga menekankan bahwa upaya pembangunan infrastruktur fisik di Sumatera Selatan perlu didukung mengingat pada akhirnya akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh PT PII yang menilai bahwa perguruan tinggi memainkan peran strategis dalam pengembangan infrastruktur. Sinthya menyatakan bahwa selain peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia, masukan dari kalangan akademisi dalam hal pengembangan infrastruktur melalui penelitian-penelitian akan membuat proyek-proyek yang akan dilaksanakan menjadi lebih tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat. “Kerjasama dengan Unsri ini kami harapkan tidak hanya mendukung proyek infrastruktur yang didukung PT PII namun juga dapat memicu upaya-upaya kolaboratif lanjutan di antara para pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan infrastruktur di Sumatera Selatan,” papar Sinthya.

Sejak 2011 PT PII telah mendampingi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 9 & 10 yang masing-masing akan menghasilkan daya sebesar 2x600 MW dan 1x600 MW. Sebagai salah satu pusat pertambangan batu bara di Indonesia, Sumatera Selatan dinilai strategis sebagai lokasi pembangunan PLTU yang akan menyuplai kebutuhan listrik nasional yang kian meningkat. Proyek ketenagalistrikan dengan nilai investasi mencapai US$4 miliar ini, diharapkan akan menjadi bagian dari solusi krisis pasokan listrik nasional.

PT PII merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang berfungsi untuk menyediakan penjaminan bagi proyek infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) di Indonesia atas risiko non-finansial sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional. Ragam risiko yang dijamin PT PII antara lain perubahan peraturan perundangan-undangan, keterlambatan pengurusan izin, ketiadaan penyesuaian tarif, serta kegagalan pengintegrasian fasilitas infrastruktur. Kehadiran PT PII diharapkan dapat membuat investor semakin tertarik untuk ikut berinvestasi membangun infrastruktur, sedangkan bagi pemerintah dapat mengurangi risiko langsung kepada APBN maupun APBD.