icon mobile
Home / News & Publication / Press Release

PT PII Beri Penjaminan pada Proyek Satelit Multifungsi Republik Indonesia untuk Koneksi Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Indonesia

03 May 2019


PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII – yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI – pada hari ini melaksanakan penandatanganan Perjanjian Penjaminan dengan PT Satelit Nusantara Tiga sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan Perjanjian Regres proyek KPBU Satelit Multifungsi Republik Indonesia (SATRIA) dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). SATRIA merupakan proyek KPBU keempat di sektor telekomunikasi yang diberikan penjaminan pemerintah melalui PT PII setelah Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan antara Menteri Kominfo RI Rudiantara dengan Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga Adi Rahman Adiwoso. Selanjutnya, penandatanganan Perjanjian Penjaminan dilakukan oleh Direktur Utama PT PII Armand Hermawan dan Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga, dan penandatanganan Perjanjian Regres dilakukan oleh Menkominfo RI dengan Direktur Utama PT PII. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution dan Sekertaris Jenderal Kementerian Keuangan RI Hadiyanto di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

 

Kondisi geografis Indonesia yang cukup menantang dalam penyediaan jaringan terestrial merupakan alasan utama sehingga teknologi satelit menjadi solusi      yang tepat guna dalam mengentaskan kesenjangan akses broadband internet. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek SATRIA dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sebagai PJPK dengan dukungan penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Keuangan RI.

 

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Komunikasi dan Infrormatika RI yang telah berkomitmen membangun infrastruktur untuk Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur melalui Proyek Palapa Ring dan juga proyek Satelit Multifungsi Republik Indonesia yang ditandatangani pada hari ini. Proyek ini juga menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di Indonesia untuk penyambung konektivitas di Indonesia.

 

Mewakili Menteri Keuangan RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI Hadiyanto menyampaikan bahwa pada era digital dan teknologi saat ini, kebutuhan masyarakat akan ketersediaan jaringan internet dirasa semakin tinggi, dan kehadiran SATRIA ini diharapkan menjadi solusi dan jawaban kebutuhan masyarakat tersebut, termasuk peningkatan inklusi keuangan terutama di daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang tidak terjangkau fixed line dan broadband.

 

“Dengan mengimplementasi skema KPBU, proyek ini merupakan wujud upaya Pemerintah, dalam hal ini Kemenkeu dan Kominfo dalam menerapkan alternatif pembiayaan untuk menjaga pengelolaan APBN yang sehat dan akuntabel. Pada proyek SATRIA ini, Pemerintah melalui Kemenkeu memberikan fasilitas berupa Availability Payment (AP) dan penjaminan pemerintah melalui PT PII sebagai salah satu SMV Kemenkeu” ujar Sekjen Hadiyanto.

 

Sementara dalam sambutannya, Menkominfo RI Rudiantara mengatakan bahwa proyek Satelit Multifungsi merupakan salah satu bentuk upaya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam menuntaskan kekurangan konektivitas pada

layanan publik pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan Perbatasan.

 

“Kedepannya, tentu saja diharapkan manfaat SATRIA ini dapat dinikmati berbagai sektor Pendidikan, Kesehatan, Politik, Hukum dan HAM (Polhukam), Pemerintah Daerah, juga khususnya sektor Keuangan untuk mendukung percepatan digitalisasi penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi), guna mendorong percepatan realisasi keuangan inklusif di seluruh Indonesia” kata Menteri Rudiantara.

 

Direktur Utama PT PII Armand Hermawan menyampaikan bahwa pemberian penjaminan PT PII pada proyek SATRIA ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan keamanan investasi dan bankability proyek tersebut dimata investor dan perbankan. Sebagaimana proyek-proyek sebelumnya, dalam proyek ini, PT PII juga memberikan penjaminan untuk beberapa jenis risiko yang dapat timbul dari pemerintah.

 

“Penandatanganan proyek SATRIA pada hari ini merupakan sebuah pencapaian baru bagi PT PII menyediakan penjaminan pemerintah untuk sektor telekomunikasi Satelit Multifungsi berteknologi tinggi dengan skema KPBU. Penjaminan PT PII merupakan wujud dukungan PT PII untuk memperkuat pembangunan infrastruktur khususnya yang mendukung pemerataan akses informasi dan telekomunikasi oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia”,  tutur Armand.

 

Proyek SATRIA ini rencananya akan memulai konstruksi pada akhir tahun 2019 sampai dengan kuartal kedua tahun 2022, dengan rencana peluncuran di tahun yang sama, dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2023. Proyek SATRIA memiliki kapasitas 150 Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Adapun perusahaan manufaktur satelit yang terlibat adalah Thales Alenia Space, menggunakan launcher dari Ariane 5 Upper/6.2 atau Falcon 9-5500. Untuk slot orbit menggunakan administrator Indonesia dari operator PSN (1460E). Satelit ini akan melayani lebih dari 149.400 titik layanan publik yang terdiri atas sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan, dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

 

Dengan ditandatanganinya penjaminan proyek Satelit Multifungsi ini, maka sampai dengan Mei 2019 ini PT PII telah memberikan penjaminan kepada 19 proyek KPBU dari 5 sektor yaitu 10 Proyek Sektor Jalan Tol (Batang – Semarang, Balikpapan – Samarinda, Pandaan – Malang, Manado – Bitung, Jakarta – Cikampek II Elevated, Krian – Legundi – Bunder – Manyar, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, Serang – Panimbang, Probolinggo – Banyuwangi dan Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan), 4 Proyek Sektor Telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi), 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang), 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat) serta 1 Proyek Transportasi/Perkeretaapian (Kereta Api Makassar – Parepare). PT PII juga memberikan penjaminan kepada 1 Proyek Non-KPBU yaitu Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Back