icon mobile
Home / News & Publication / Press Release

PPP DAY 2019

15 January 2019


Jakarta, 15 Januari 2019 – Pada hari ini, bertempat di Singapura, telah dilaksanakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019. Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan oleh Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/PT SMI, dan PT Indonesia Infratructure Finance/IIF. PPP Day 2019 ini mengusung tema “Beyond Boundaries: Indonsia as a Global PPP Investment Destination”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan secara lebih detail kepada investor-investor potensial di Singapura (dengan cakupan Asia) mengenai proyek-proyek infrastruktur strategis yang ada di Indonesia, beserta skema kreatif pendanaan dan penjaminan yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan RI, khususnya skema KPBU.

 

Dalam acara ini, terdapat sesi Power Lunch dan Sesi Deep Dive. Dalam sesi Power Lunch PT PII memaparkan tugas dan fungsinya sebagai Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) penyedia Penjaminan untuk meningkatkan kelayakan kredit (Credit Worthiness) dan pada sesi Deep Dive PT PII Bersama-sama dengan Kementerian Keuangan dan BUMN di bawah Kementerian Keuangan melakukan pembahasan teknis proyek PPP dengan investor.

 

Salah satu pembahasan proyek dalam sesi Deep Dive adalah proyek skema PPP perkeretaapian Makassar – Parepare. Dalam proyek ini, PT PII menjalankan mandatnya sebagai pelaksana penyiapan dan pendampingan transaksi proyek (Project Development Facility) yang ditugaskan oleh Kementerian Keuangan. Saat ini proyek Makassar – Parepare telah masuk dalam tahap penetapan pemenang lelang.

 

Ditemui di tempat acara, Direktur Utama PT PII, Armand Hermawan, mengatakan bahwa acara ini merupakan kesempatan bagi para investor terutama investor internasional untuk  memiliki keyakinan bahwa investasi di proyek infrastruktur dengan menggunakan skema PPP merupakan destiny investment, terlebih dengan adanya penjaminan pemerintah melalui PT PII membuat nyaman untuk swasta berinvestasi.

 

Lebih lanjut Armand menyatakan bahwa karena penjaminan pemerintah atas investasi swasta yang masuk adalah salah satu kunci Utama keberlangsungan sebuah proyek infrastruktur mengingat panjangnya masa pembangunan hingga operasional sebuah proyek.

 

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para investor akan memperoleh informasi yang akurat dan detail mengenai proyek-proyek di Indonesia dan meningkatkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek berskema PPP”, Jelas Armand.

 

 

Sebagai informasi,  sampai tahun ini PT PII telah memberikan penjaminan kepada 17 proyek KPBU dari empat sektor yaitu 10 Proyek Sektor Jalan Tol Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta – Cikampek II Elevated, Krian- Legundi – Bunder – Manyar, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo -Banyuwangi dan Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan), 3 Proyek Sektor Telekomunikasi (Seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur), 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang), dan 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat).

Back